Kresno Sediarsi yang Suka Humor dan Istilah Harco Business School

  11-02-2019   |     Asbanda   Facebook   Twitter


Kresno Sediarsi yang Suka Humor dan Istilah Harco Business School

Tokoh Kresna, ketika memberi fatwa, ia menggunakan berbagai sindiran yang begitu lembut, sehingga yang dinasihati tidak merasa sakit hati. Kresna banyak didatangi sahabat tua-muda dan pria-wanita, untuk sharing atau konsultasi. Kresna terkenal sangat strategis dan memiliki wibawa yang sangat tinggi dan pengaruh yang luar biasa. Dedikasi dan loyalitasnya hebat.

Begitulah Kresna yang bankir kawakan ketika menjadi orang nomor wahid di Bank DKI. Dalam menerima kunjungan tim Bisnis Indonesia di kantornya pekan lalu (Rabu, 16 September 2015), makin terlihat bahwa pria kelahiran Yogyakarta, 3 November 1958, ramah dan supel.

Pria lulusan FE Universitas Gadjah Mada 1983 dan International University of Japan di bidang Hubungan Internasional 1992, menerima tamu dengan suasana cair dan penuh humor.

Yang paling menarik adalah ceritanya tentang alumni HBS di Indonesia. Lho, memangnya ada Harvard Business School di Indonesia? Menurut bankir yang pernah berkarir di Bank Mandiri ini, HBS yang diamaksudkan adalah Harco Business School alih-alih Harvard Business School. Bagi Kresno, yang telah kenyang dengan asam-garamnya bisnis lokal dan cukup jeli melihat persoalan yang dihadapi UMKM, para wirausahawan ‘lulusan' Harco lebih memiliki intuisi bisnis yang dapat mendeteksi kapan krisis akan muncul, bagaimana mengantisipasi krisis, dan apa yang harus dilakukan ketika krisis benar-benar terjadi.

“Sense dalam menghadapi krisis inilah yang telah menyatu di kalangan alumnus Harco Business School.. Kalah deh mereka yang alumnus HBS Amerika,” ujar Kresno disambut gelak tawa rekan-rekan dan tamunya.

Ia bahkan memuji upaya yang ditempuh salah seorang wanita eksekutif yang merupakan mitra kerjanya, ketika menempuh cara tidak biasa ketika menghadapi krisis, yakni menaikkan harga produk dan ternyata gak ngaruh terhadap penjualan, malah pasarnya justru tetap tumbuh. Sementara perusahaan lain yang tidak melakukan action justru tiarap.

“Lha model berbisnis seperti ini yang menjadi penanda bahwa dialah lulusan HBS sejati.. Maksud saya Harco Business School itu tadi.. LulusanHarvard belum tentu berani mengambil terobosan seperti itu lho,” lanjutnya sambil terkekeh.

Berdiskusi dengan Kresna tak pernah bosan. Maklum, ia sangat kaya akan pengalaman di dunia perbankan. Karirnya dimulai ketika bergabung dengan Bank Dagang Negara sebagai Assistant Account Officer, Kepala KP Urusan Luar Negeri, Ketua Tim Perencanaan dan Pengembangan Corp. Banking Project antara tahun 1985-1999.

Pada saat di Bank Mandiri, ia jadi Division Head Branch Network Development, pejabat Regional Manager di beberapa kantor wilayah Bank Mandiri, Group Head (GH) Commercial Business Development & Support Group, GH Small Business Sales, Pemegang Kewenangan Memutus Kredit (PKMK), GH Human Capital antara 1999 dan 2010.

Pada RUPS Tahunan 17 Mei 2010, ia diangkat menjadi Direktur dan ditugaskan memimpin Direktorat Technology & Operations. Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank DKI Rabu (17 Juni 2015), Kresno ditetapkan sebagai Direktur Utama Bank DKI. (Ahmad Djauhar/LN)


.

  Comments